Tuesday, March 15, 2016

meriam berdiameter 70 cm

Ustaz Ahmad Dusuki Abd Rani added 11 new photos.
liat serat linen dan jerami dibuat dengan ukuran 8.2 meter, pembuatan meriam ini terdiri dari bahagian depan dgn lubang peluru berdiameter 70 cm. Sewaktu proses timah dituangkan bagi menyiapkan meriam ini, semua menteri dan para alim ulama' berzikir tanpa henti menyebut "la haula wa la quwwata illa billah!!"..selama 3 hari tungku api di nyalakan dan dipantau suhu sehinggalah Orban menilai meriam itu sudah sempurna siapnya.. Apabila wadah penutup itu dibuka, mulut mereka menyebut.. Allahuakbar.. allahuakbar.. Allahuakbar..pelurunya pula dibuat dari batu yang dibentuk laksana bola dgn berat 700 kg per peluru..

Monday, March 07, 2016

Sang Pembela Rosulillah al mustofa saw mati di tali gantung.. subhanalloh...

jangan biarkan org berani mnghina nabi muhammad saw..saya lihat sejak mnjak ini, dgn politik yg sedikit huru hara, para murtad dan kafir harbi banyak mnghina peribadi nabi muhammad secara terang terangan.
Muhammad Ridzuan added 4 new photos.Follow
5 hrs
Sang Pembela Rosulillah al mustofa saw mati di tali gantung.. subhanalloh...
Lebih kurang 6 Juta Kaum Muslimin Iringi Jenazah ‘Sang Pembela Nabi . Namanya As Syarif Muhammad Mumtaz Husain Al Qodiri Rahimahullah, seorang tentara Pakistan pengawal Hakim.
Sang mujahid ini telah membunuh Hakim Wilayah Pinjab Negara Pakistan 5 tahun yg lalu bernama Salman Tatsir.
Karena sang Hakim mencela dan menghina Rosulullah secara terang- terangan didepan publik dan di depan Para Tentara.
Si hakim mengatakan bahwa undang-undang Pakistan yang menegaskan bahwa hukuman bagi orang yg menghina Rosulullah adalah hukuman mati merupakan undang-undang gelap harus diamandement, lalu dia pun mencaci maki dan menghina Rosulullah.
Spontan Muhammad Mumtaz Husin dengan gagah berani berdiri dan membunuh sang Hakim dengan tembakan 40 peluru timah bertubi-tubi, Karena tidak rela Nabinya dihina.
Setelah pembunuhan itu pemerintah Pakistan memenjarakannya dan memvonis hukum gantung.
Eksekusi hukuman mati telah dilaksanakan hari senin yang lalu 20 Jumadal Ula 1437 H atau 29 Februari 2016.
Sang Pecinta Rosulullah ini dibawa dari tempat gantungannya dalam keadaan tersenyum. Subhanallah…!!!
Karena sebelumnya sering bermimpi bertemu Rosulullah didalam penjara.
Diperkirakan sekitar 6 juta kaum Ahlussunnah Wal jam’ah shufiyah al asyairah wal maturidi dari penjuru Pakistan berduyun -duyun telah menyolati jenazahnya beberapa hari kemarin.
Selamat bertemu Sang Kekasih di surga Ya Syahidal Isyqi Bi Rosulillah...! Sampaikan salam rinduku pada baginda al mustofa saw ya habibi..! Katakan padanya hadirlah kedalam mimpiku sang pendosa tegar ini walau hanya 10 saat.. Aku terlalu rindukannya..!
Alfatihah buat beliau..

Friday, March 04, 2016

Kami tidak melakukan apa2 kesalahan, walau bagaimana pun, kami tertewas"

Abe NuddinFollow
Nokia CEO mengakhiri ucapan beliau dengan berkata, "Kami tidak melakukan apa2 kesalahan, walau bagaimana pun, kami tertewas"
Oleh: Ziyad Jawabra.
Semasa sidang akhbar yang mengumumkan bahawa Nokia telah dibeli oleh Microsft, CEO Nokia mengakhiri ucapan beliau dengan berkata, "Kami tidak melakukan apa2 kesalahan, walau bagaimana pun, kami tertewas". Ucapan beliau itu diiringi dengan titsan air mata termasuk dari pihak pengurusan Nokia sendiri.
Nokis merupakan sebuah kompani yang diiktiraf dan dihormati. Mereka tidak melakukan apa2 kesalahan didalam perniagaan mereka, walau bagaimana pun, dunia berubah terlalu cepat. Pesaing mereka terlalu kuat.
Mereka ketinggalan didalam mempelajarinya. Mereka tertinggal mempelajari perubahan dalam industri telekominikasi, dan mereka terlepas peluang yang berada dihadapan mereka untuk membesarkan perniagaan. Bukan sahaja mereka terlepas peluang untuk mengaut keuntungan yang besar tetapi mereka juga terlepas peluang untuk meneruskan hidup.
Pengajaran dari cerita ini, JIKA ANDA TIDAK BERUBAH, ANDA AKAN DITINGGALKAN DALAM PERLUMBAAN INI.
Bukan menjadi satu kesalahan jika anda tidak mahu mempelajari sesuatu yang baru, walau bagaimana pun, jika anda tidak mampu mengikuti arus perkembangan semasa, anda akan disingkirkan dari perlumbaan.
Kesimpulannya:
1. Kelebihan yang anda ada pada hari ini, akan digantikan dengan trend yang ada pada esok hari. Anda tidak perlu melakukan apa2 kesilapan pun, tetapi jika pesaing anda berjaya mengikuti gelombang pembangunan terbaru, anda akan tewas dan anda akan gagal.
BERUBAH dan memperbaiki diri adalah seperti memberi peluang kedua kepada diri sendiri. Tetapi jika kita dipaksa berubah oleh orang lain, itu maknanya kita menghinakan diri sendiri.
Sesiapa yang menolak untuk belajar dan maju, sudah pasti suatu hari mereka menjadi beban dan tidak diperlukan dalam bidangnya. Mereka akan terpaksa belajar melalui cara yang amat sukar dan sangat mahal harganya.

Wednesday, March 02, 2016

Abdullah Ammar seorang pelajar kelas empat sekolah dasar Azhar

Muhammad Husni Ginting
1 hr
Syeikhul Azhar Imam Akbar Profesor Doktor Ahmad Toyyib memberikan penghargaan kepada Abdullah Ammar seorang pelajar kelas empat sekolah dasar Azhar yang telah hapal al Qur'an bersama dengan qira'at sepuluh dari jalur Syathibiyah, Durrah dan Thaiyybah, Syeikhul Azhar akan memberikan hadiah haji kepada pelajar tersebut, juga kepada kedua orang tuanya dan guru al-qur'annya. di samping itu segala keperluan pelajarannya akan di biayai oleh Azhar . beginilah Azhar menghargai ahli qira'ah.

Topi Perang Sayyidina Khalid ibn Walid ra .

Saif Ali Bamanu with Al Hassan Razali.
[Topi Perang Sayyidina Khalid ibn Walid ra ...]
Diceritakan oleh Sayyidil Habib Umar ibn Hafidz, "Kita pernah dengar tentang pahlawan besar dunia Islam seperti Khalid ibn Walid, yang melakukan ratusan pertempuran di jalan Allahu ta'ala, dan beliau meninggal di atas tempat pembaringan tidur (tidak dengan syahid dalam pertempuran), Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengatakan bahwa Khalid al-Walid tidak akan syahid dimedan perang, dan Khalid juga menceritakan bahwa beliau menyimpan di dalam tengkuluk (pelindung kepala) perangnnya selembar rambut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, selama rambut itu terbawa dalam setiap pertempuran, Allahu ta'ala pun selalu memberi jaminan kemenangan baginya." MasyaAllah ...
*Shalluu Alal-Habiib ...

Sunday, February 21, 2016

Bila cinta Nabi melepasi cinta yang lain


Cerita Para Wali
Dua kisah berikut ini merupakan kisah nyata yang saya dapatkan dari Al Habib Jailani Asy-Syathiri kemarin, 26 Rabiul Awal 1437 atau 7 Januari 2016, di Rubat, Tarim, Yaman, pukul 06.30 waktu setempat.
Pertama, Habib Jailani bercerita bahwa kisah yang ia sampaikan berasal dari Sayyid Muhammad al-Maliki, dan Sayyid Muhammad dari ayahandanya Sayyid Alwi al-Maliki. Cerita bermula ketika Sayyid Alwi menghadiri peringatan Maulid Nabi di Palestina. Beliau terheran-heran menyaksikan orang yang terus berdiri sejak awal pembacaan maulid.
Sayyid Alwi pun memanggilnya, "Duhai tuan apa yang Anda lakukan, mengapa Anda berdiri sejak awal Maulid?”
Lalu ia menjawab bahwa dulu ia pernah berjanji saat menghadiri sebuah Maulid Nabi untuk tidak berdiri hingga acara selesai, termasuk saat Mahallul Qiyam, momen di saat jamaah berdiri senrentak sebagai tanda penghormatan kepada Rasulullah. “Sebab menurutku itu bid’ah,” katanya.
Tiba-tiba, kata orang itu kepada Sayyid Alwi, pada momen Mahallul Qiyam ia menyaksikan Rasulullah hadir dan lewat di sebelahnya lalu berujar, “Kamu tak usah berdiri kamu duduk saja di tempatmu."
“Aku pun ingin berdiri namun terasa susah. Sejak itulah aku sering sakit dan bahkan organ-organku bermasalah. Sehingga aku bernadzar jikalau Allah menyembuhkan penyakitku maka aku berjanji setiap ada maulid aku akan berdiri dari awal maulid hingga akhir. Dan alhamdulillah, dengan izin Allah aku diberikan kesembuhan, duhai Sayyid."
Sayyid Alwi pun mempersilakan orang tersebut melaksanakan nazarnya.
Kedua, kisah maulid Nabi yang datang dari Lebanon. Warga di sana biasa merayakan Maulid Nabi dengan menembakan senjata api ke atas untuk menunjukan kegembiraan. Tradisi ini dilakukan turun temurun. Hampir mirip dengan tradisi pernikahan di Arab pada umumnya. Nah, suatu ketika seorang putri beragama Nasrani bani Ghatas ikut melihat perayaan tersebut. Nasib nahas menimpanya kala seorang dari mereka melepaskan senjata. Peluru yang dilepaskan menyasar ke arah putri tersebut dan menembus tepat di kepalanya.
Ia pun bersimbah darah dan jatuh ke tanah. Ibunya yang melihat kejadian itu berteriak histeris, “Binti... Binti... Binti.... (putriku... Putriku... Putriku)."
Dengan segera anaknya dilarikan ke Rumah Sakit Ghassan Hamud. Sayang, pihak rumah sakit tak bisa berbuat apa apa sebab pendarahan di otak terlalu parah. Mereka menyarankan agar segera dirujuk ke rumah sakit di Amerika yang lebih kompeten. Tapi ternyata kondisinya kian parah dan sudah di ambang ajal. Mereka pun tak bisa berbuat banyak.
Sementara ibunya karena panik penuh kecewa dan marah dia menjerit-jerit dan berkata:
يا محمد أين أنت يا محمد، وأنت تدعى النبوة؟ انظر ماذا فعل أمتك إلى بنتي في يوم احتفال مولدك؟
"Di manakah engkau, hai Muhammad yang mengaku sebagai Nabi? Lihatlah apa yang dilakukan umatmu kepada anakku pada perayaan hari kelahiranmu?”
Teriakan ini tentu dimaksudkan untuk menghardik Rasulullah.
Dokter memastikan bahwa anaknya telah meninggal dunia dan ketua dokter di sana mempersilakan sang ibu untuk melihat anaknya untuk terakhir kalinya. Dengan lemas dan dipapah ibu Nasrani itu pun masuk ke ruangan.
Sebuah keajaiban terjadi. Ketika sang ibu sudah di dalam ruangan, dia melihat anaknya sedang duduk di tepi tempat tidur dalam kondisi bugar sambil berteriak, “"Ibu… Ibu… Ibu... Tutup pintu dan jendela ibu! Jangan biarkan ia keluar!”
Antara percaya dan tidak. Si ibu yang bingung lantas bertanya, “Siapa, duhai putriku?”
Si ibu mendekati anaknya untuk memastikan bahwa kondisi baik-baik saja.
Allahu akbar! Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal. Selain sehat dan bugar, bercak darah dan bekas luka tembakan di si putrid Nasrani tersebut menghilang.
"Putriku, apa yang terjadi?”
Putrinya menjawab sambil tersenyum kegirangan, "Ibu.. Ibu... Dia datang mengelus kepalaku sambil tersenyum.”
“Siapa dia, Sayang?”
“Muhammad , Muhammad, Ibu,” jawab anak itu.
"Aku bersaksi duhai ibu bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
Ternyata, teriakan si ibu disambut oleh Nabi Agung Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau hadir dengan kelembutan dan memberikan cahaya penerang bagi kegelapan. Syahadat ini lalu diikuti para dokter yang menyaksikan peristiwa tersebut dan orang-orang di desa tempat putri tersebut tinggal.
Pengirim: Moh Nasirul Haq, Santri Rubat Syafi'ie Mukalla Yaman

Saturday, February 20, 2016

"Benarkah Kedua Orang Tua Nabi di Neraka?"

Nail Mafahim added 2 new photos.
10 hrs
"Benarkah Kedua Orang Tua Nabi di Neraka?"
Oleh: Moh Nasirul Haq
Santri Rubath Syafi'i, Yaman
Nabi Muhammad s.a.w merupakan nabi paripurna yang menyempurnakan agama islam. Nabi Muhammad dilahirkan dari rahim seorang wanita suci yang bernama Aminah binti Wahbin dan ayahnya Abdulloh bin Abdul Mutholib.
Kedua orang tua nabi hidup dimasa sebelum islam. Yaitu suatu fase kekosangan dari dakwah nabi. fase tersebut disebut FATROH, dan orang yang hidup dimasa itu disebut Ahli Fatrah yaitu, orang-orang yang hidup diantara masa dua rasul, dan rasul yang pertama tidak diutus untuk berdakwah kepada mereka, sedangkan mereka tidak menemukan masanya rasul yang kedua. Ulama Ahli fiqh mengatakan bagwa yang dimaksud dalam hal ini adalah orang Arab yang hidup setelah masa hidupnya Nabi Isa AS dan belum bertemu masa Nabi Muhammad Saw.
Imam Suyuthi menjelaskan tentang Ahli Fatroh: "Ketika dalil yang pasti dan tidak terbantahkan lagi telah menenjukkan bahwasannya tiada penyiksaan (di akhirat) kecuali setelah datangnya hujjah atau agama (di dunia), maka kami bisa mengetahui bahwa mereka Ahli Fatrah tidak akan disiksa."
Para ulama Maturidiyah berkata: "Orang yang mati sebelum melewati waktu yang sekiranya bisa berangan-angan tentang agama, sedangkan dia belum sampai iman atau kufur, maka tiada siksaan baginya (selamat). Berbeda jika dia telah mempercayai kekufuran atau meninggal setelah melewati waktu sekira bisa berangan-angan dan dia tidak mempercayai apa-apa, maka dia tidak selamat."
Maka dari itu Ahli Fatrah ada tiga Kriteria::
1. orang yang tidak bertauhid pada Allah dihatinya. Dan sebagian tidak mengikuti syariat nabi-nabi, seperti Qis bin Saida dan Zaid bin Amr. Dan sebagiannya lagi ada yang sampai mengikuti syari'at yang benar & berlaku, seperti Tubba'.
2. orang yang mengganti, merubah, menyekutukan, menciptakan syari'at sendiri, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Contoh seperti Amr bin Lahay. Yaitu, orang yang memprakarsai penyenbahan berhala. Bukan hanya itu, dia juga membuat hukum-hukum syari'at sendiri, dan mendakwahkan pada orang lain, dan orang orang menyembah jin, dan malaikat.
3. Orang yang tidak menyekekutukan dan tidak pula bertauhid serta tidak mengikuti syari'at nabi siapapun, tidak membuat hukum syari'at, dan tetap dalam keadaan seperti itu. biasanya mereka yang hidup di hutan pedalaman
Apabila ada hadits-hadits yang mengatakan tentang siksaan kepada seseorang dari mereka para Ahli Fatrah, maka dimasukkan ke bagian yang kedua. Adapun bagian yang ketiga, adalah para Ahli Fatrah yang selamat dan tidak disiksa.
Hukum Kedua Orang Tua Rasulullah Saw.
Berkata imam ibnu hajar dalam kitab Syarh Hamaziah karya Imam Bushiri:
لم تزل في الضمائر الكون تختا * ر لك الأمهات والأباء
"Senantiasa dalam rahasia alam ini*
engkau (nabi) selalu dipilihkan dari ibu ayah pilihan"
Alloh berfirman Allah ta'ala:
وتقلُّبَك فى السَّاجدين
"dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud." (QS Asy-Syuara' [26]: 219).
Menurut salah satu penafsiran ayat tersebut, bahwa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah pindahnya nur Muhammad dari orang yang sujud kepada orang yang sujud.. Ayat ini merupakan legalisasi bahwa garis keturunan nabi Muhammad s.a.w diwariskan dan diturunkan dengan jalur suci dari masing masing individu yang dipilih alloh s.w.t dari nabi adam. Dan sabda Nabi Muhammad Saw:
(لمْ أَزَلْ أُنْقَلُ مِن الأَصْلَابِ الطّاهراتِ إلى الأَرحام الزَّكِيَّات)
"Tiada henti-hentinya aku dipindah dari punggung-punggung yang suci ke rahim-rahim yang bersih."
Hadits ini merupakan pengejawantahan bahwasannya tidak ada sama sekali dari sekian banyak utusan nabi yang menyekutukan Allah Swt. Dan garis keturunannya merupakan garis keturunan yang terpilih. Dan tidak ada dari datuk nabi Muhammad kecuali menjadi pemimpin di masanya seperti kata sebuah syair menyebutkan:
فألئك السادة لم ترى مثلهم * عين على متتابع الاحقاب
زهر الوجوه كريمة احسابهم * يعطون سائلهم بغسر حساب
Namun masih banyak orang yang salah faham dan mengatakan bahwa kedua orang tua nabi Muhammad s.a.w Ahli Neraka. Dengan dalih bahwa mereka tidak mengucapkan dua kalimat syahadat selama hidupnya.
Al-Imam Abu Hanifah, ia mengutarakan bahwa semua para nabi itu maksum (terpelihara) dari hakikat kekufuran begitu pula segenap orang tuanya. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa kelahiran para nabi harus dari kedua orang tua yang muslim atau matinya orang tua yang bukan muslim sebelum kelahiran mereka. Akan tetapi yang kedua ini, sangatlah langka ditemukan. Bahkan tidak mungkin dan tidak terjadi dikalangan orang tua perempuan (karena ia yang melahirkan).
Dikisahkan bahwa Nabiyulloh Adam dan Sayyidatuna Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kandungan (setiap lahir kembar) kecuali nabi "Tsis" karena Allah ingin menunjukkan karomah bagi Nabi Muhammad s.a.w dan kemudian sesaat sebelum wafat berpesan kepada anaknya agar tidak meletakkan Nur yang diwariskan ini kepada wanita sembarangan kecuali kepada yang suci.
Sebenarnya kalau kita kroscek ternyata hadits-hadits dijadikan tendensi sebagian orang yang apatis terhadap kedua orang tua Rasulullah, semuanya kurang relevan dan kontradiktif. Haditsnya-pun derajatnya 'ahad. Oleh karenanya, hadits tersebut tidak masuk dalam hal akidah atau yang berhubungan dengan kepercayaan. sebab dalam hal akidah atau kepercayaan yg dipakai adalah hadits mutawatir.
• Jika anda bertanya : "bukankah Azar ayah nabi ibrohim juga masuk neraka???
jawabannya : adapun hadits tentang "Azar"yang benar bahwa dia bukanlah ayahanda dari nabi Ibrahim A.S. Tetapi dia adalah paman beliau. Sedangkan ayahanda beliau bernama Faruh. Sedangkan orang arab jika memanggil paman dengan sebutan ayah. Sebab mereka menganggap paman mereka seperti ayah sendiri. Bahkan Al-Qur'an sendiri menyebutkan hal ini:
وَإِلَهَ ءَابَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ
"Dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail." (QS Al-Baqarah [1]: 133) Padahal yang dimaksud adalah paman Ayyub as.
• Jika anda protes dengan bertanya : "lalu apa jawaban anda atas pengakuan nabi bahwa ayahnya di neraka seperti yang disebutkan di hadits muslim???
Jawabannya : Tentang hadits yang diriwayatkan Muslim: Seorang laki-laki berkata, dimanakah ayahku wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Di Neraka." lalu setelah dia berpaling, Rasulullah memanggil kembali seraya berkata: "Sesungguhnya, ayahku dan ayahmu berada di Neraka."
Ada dua opsi untuk menjawabnya yang pertama kita Wajib melakukan penakwilan. Paling jelasnya pentakwilan menurut kami, yaitu Rasulullah Saw. bermaksud dengan ucapan 'ayah' adalah paman beliau sesuai adat Arab yang memanggil paman dengan panggilan ayah. Inilah yang dinamakan majaz. Adapun tanda adanya majaz dalam hal ini, yaitu ayat yang akan datang penyebutannya, yang menunjukkan kebalikan dari redaksi ayat menurut yg diakui madzhab Ahlus Sunnah pada pendapat yang paling shahih (benar). sedangkan paman beliau Nabi menanggung dan merawat nabi setelah kakeknya Abdul Muthallib.
Yang kedua maksud dari jawaban beliau Nabi dalam hadits tersebut yaitu demi menyenangkan hati pemuda tersebut agar tidak murtad. Karena yang didengar pertama kali oleh dia adalah, ayahnya berada di Neraka. Jawaban ini diperkuat dengan Argument, bahwa beliau Nabi berkata yang kedua kalinya, setelah dia berpaling untuk pergi. Atau, jawaban beliau tersebut sebelum turunnya ayat kepada beliau:
وَمَاكُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
"tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul." (QS Al-Isra' [17]: 15).
Seperti kejadian ketika beliau ditanya tentang anak-anak orang musyrik, beliau menjawab bahwa mereka bersama ayah-ayahnya (di Neraka). lalu ketika ditanya kembali masalah itu, beliau menjawab mereka di Surga
Diriwayatkan ibnu Mardawaih saat memaknai ayat
لقد جاءكم رسول من انفسكم بفتح الفاء انا انفسكم نسبا وصهرا وحسبا ليس في ابائي نت لدن ادم سفاح كلها نكاح
Beliau mengatakan bahwa nabi berkata aku paling mulia diantara kalian nasab, keturunan, dan keluarga tidak ada diantara ayahku yang terjerumus perzinahan semuanya menikah.
• Kalau anda protes dengan berkata : "Bukankah Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa orang tua nabi di neraka??
Jawabannya : Kita perlu Kritis disini sebab tidak semudah itu sekaliber Imam Abu Hanifah mengkafirkan orang mulia. sebagian naskah ternyata mengatakan begini:
ووالدا رسول الله صلى الله عليه وسلم ماتا على الكفر, وأبو طالب مات كافرا
Artinya "Dan kedua orang tua Rasulullah Saw. meninggal dalam kekufuran sedangkan paman beliau meninggal dalam keadaan kafir."
Dan ini jelas tidak serasi. Karena, jika beliau Abu Hanifah bermaksud berkata begitu, maka dia akan menyebutkan semua dalam satu lafazh. Yang benar adalah bahwa ada kebohongan dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang merubah dari naskah aslinya. Mereka menyangka, bahwa huruf mim adalah mim zaidah(tambahan). Mereka ceroboh dan membuang mim itu. Karena yang benar naskahnya adalah:
ووالدا رسول الله ما ماتا على الكفر وأبو طالب عمه مات كافرا
Artinya "Dan kedua orang tua Rasulullah Saw. tidak meninggal dalam kekufuran sedangkan paman beliau meninggal dalam keadaan kafir."
Dalam hal ini Imam Ibnu Hajar menuturkan dalam kaitabnya Al fatawa, mengutib dari kitab Saddaduddin: "Apa yang dikutib dari Abu Hanifah, beliau berkata dalam kitabnya al fiqhul akbar, bahwasannya kedua orang tua Nabi meninggal dalam keadaan kafir itu tidak benar. Karena naskah yang dapat dipercaya dalam kitab tersebut, tidak disebutkan hal seperti itu. Yang benar naskah tersebut, adalah karangan Abu Hanifah Muhammad bin Yusuf Al-Bukhari bukan Abu Hanifah An-Nu'man bin Tsabit Al-Kufi. Kami sebutkan hal itu agar supaya, orang yang berfikir tentang kutibannya selalu berfikir dan berhati-hati dalam menulis. Wallahu A'lam.
• Jika anda bertanya; "Bukankah yang mengatakan selamatnya orang tua nabi hanya Syiah Rofidloh seperti ucapan Abi Hayyan??"
Jawabannya : Ibnu Hajar mengatakan bahwa banyak kerancauan pada pendapat Abi Hayyan yang mengatakan; "Sesungguhnya hanya penganut Syiah Rafidlah yang mengatakan bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad Saw termasuk orang-orang mukmin yang tidak disiksa. Dengan berargumen menggunakan firman Allah ta'ala: "dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud." (QS Asy-Syuara' [26]: 219)."
Kita menolak pendapat ini Dengan Dua alasan. Pertama sebab Abi Hayyan merupakan Pakar Gramatika Nahwu Shorrof saja. sementara untuk masalah akidah dan usul, dia tidak memiliki kapasitas di dalamnya.
Kedua disini terjadi kontradiksi dengan realita yang ada Karena Ulama madzhab Asy'ari, juga mengatakan bahwa mereka Para Ahli Fatrah termasuk orang mukmin. Penisbatan yang dilakukan Abi Hayyan hanya kepada syiah Rafidlah sedangkan disana sebegitu banyaknya para Imam Ahlus Sunnah yang mengatakan seperti itu merupakan sikap yang sangat mengentengkan dan menyepelekan."
Sudah banyak kisah mukjizat nabi yang diberikan kepada beliau seperti mengembalikan matahari saat beliau akan tertinggal sholat asar, begitu juga membelah bulan yang satu bagian di atas jabal Abi Qubais dan yang separuhnya di jabal Qoiqo'an. Segala sesuatu yang dikehandaki nabi akan dituruti oleh alloh s.w.t termasuk juga permohonan untuk menghidupkan ayah ibunya.
Imam suyuti mempunyai sepuluh karya kitab yang menekankan kewajiban menjaga Etika kepada Rasulullah & bagi orang yang menyakiti beliau, maka ia telah menyakiti Allah ta'ala. Dan satu kitab khusus membahasa secara eksplisit mengenai kedua orang tua nabi diberi nama abaway rosul.
Suatu ketika seorang qodli bernama AlFaqih AlMuhaddits Ibnul Araby AlMaliki pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang berkata, bahwa kedua orang tua Rasulullah Saw. telah masuk Neraka. beliau menjawab: Dia telah dilaknat, karena Allah Swt. telah berfirman:
إِنَّ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ لَعَنَهُمُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَة
"Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknat di dunia dan di akhirat, dan menyediakan adzab yang menghinakan bagi mereka." (QS Al-Ahzab [33]: 57).
Dan tiada yang lebih menyayat hati dari pada dari ucapan yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah Saw. masuk Neraka. As-Suhaili telah meriwayatkan hadits Ibnu Mas'ud ra. Ketika itu, ia (Ibnu Mas'ud) bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang kedua orang tuanya. Beliau menjawab: "Aku senantiasa meminta kepada Tuhanku, Dia telah mengabulkan permintaanku. Akulah yang nantinya akan menolong mereka (kedua orang tuaku) menuju tempat yang terpuji (Surga)." Hadits ini memberikan isyarat, bahwa Rasulullah Saw. akan memberi syafa'at kepada kedua orang tuanya di tempat tersebut, agar supaya kedua orang tuanya mendapatkan taufik berupa keta'atan ketika adanya cobaan besar yang terjadi di hari kiamat nanti. Seperti yang diterangkan dalam beberapa hadits pula.
Imam Qurtubi dalam tafsirnya berkata: "Secara akal dan syara', tidak ada yang mustahil dan ketidak mungkinan tentang menghidupkan kedua orang tua Rasulullah lalu mewafatkan kembali. Karena hal seperti itu, juga diterangkan dalam Al-Qur'an Al-Karim tentang menghidupkan orang yang dibunuh dari Bani Israil, hingga dia memberi kabar tentang siapa pembunuhnya.
Al habib umar bin sumaith berkata dalam kitab hidayatul ikhwan: banyak orang berpendapat dari kalangan ahli hadits bahwa nabi menghidupkan dan mengislamkan orang tuanya dengan dalil hadits aisyah yaitu Dari Sayidah Aisyah ra.: "Rasulullah Saw. turun dari bukit Al-Hajun (bukit di Makkah, berupa pemakaman) dalam keadaan sangat duka cita dan bersedih. Lalu, mendaki kembali dengan kehendak Allah Azza wa Jalla. Setelah itu, keluar dengan keadaan sangat senang dan gembira. Kemudian dia berkata: "Aku telah meminta kepada Tuhanku –Azza wa Jalla-, Lalu, Dia menghidupkan ibundaku untukku. Setelah ibundaku beriman kepadaku, Dia mengembalikan lagi."
walaupun hadits ini dikatakan lemah menurut sebagian tapi menurut ahli haqiqat tidak. ulama berkata dalam syairnya:
[] ناصر الحق: ايقنت ان ابى النبي وامه * احياهما الرب الكريم الباري
[ ناصر الحق: حتى له شهدا بصدق رسالة حقا وتلك كرامة المختار
[] ناصر الحق: هذا الحديث ومن يقول بضعفه * فهو الضعيف عن الحقيقة عاري
* Jika anda protes dengan berkata "kalau anda katakana ahlil fatroh bukan ahli neraka lantas untuk apa orang tua nabi dihidupkan??
Jawabannya: faidahnya agar orang tua nabi mendapat keutamaan atas apa yang tidak didapatkan ahli fatroh karena Endingnya orang tua nabi harus berkumpul dengan muslimin agar selamat dari siksa. Begitu pula tingkatan derajat orang yang meyakini alloh dan islam seutuhnya lebih mulia daripada yang tidak sempat meyakini.
Al Imam nashiruddin addimsyiqi mengatakan dalam gubahan sya'ir nya:
Karena cinta Allah kepada Nabi dengan menambah keutamaan-Nya
Atas keutamaan (yang sudah diberikan) dan Dialah Maha Menyantuni
Lalu menghidupkan ibundanya begitu pula ayahandanya
Demi beriman kepadanya dari keutamaan dan kebaikan-Nya
Terimalah kabar itu, karena Allah Maha Kuasa atas segalanya
Meskipun hadits yang mengatakan itu dlo'if adanya
Dan Hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi derajat hasan:
(إنّ الله خلَق الخَلْقَ فجعلني من خيرِ فِرَقِهِمْ ثمّ تَخَيَّر القبائلَ فجعلني من خير قبيلةٍ، ثمّ تخيّر البيوتَ وجعلني في خير بيوتهم، فأنا خيرُهم نفسًا –أي روحا وذاتا- وخيرهم بيتا –أي أصلا-)
"Sungguh, Allah telah menciptakan makhluk lalu menjadikanku dari sebaik-baiknya golongan dari mereka. Kemudian memilih dari beberapa kabilah dan menjadikanku dari sebaik-baiknya kabilah. Kemudian memilih dari beberapa rumah dan menjadikanku dari sebaik-baiknya rumah. Akulah sebaik-baiknya diri (ruh dan dzat) dari mereka dan sebaik-baiknya rumah (garis keturunan)."
• Jika anda kembali protes dengan berkata: "Mengapa anda bersikukuh bahwa kedua orang tua nabi tidak disebut Kafir???
Jawabannya : Karena, orang kafir tidak berhak dikatakan 'orang pilihan', 'orang mulia, 'orang suci'. Bahkan alquran menyebutnya Najis. Seperti dalam ayat:
"Sesungguhnya orang-orang musyrik terhukumi najis."
Sedangkan Doktrin hadist secara eksplisit menjelaskan bahwa semua orang tua Rasulullah adalah terpilih, mulia, suci. Dan juga, Dan juga Allah Swt. berfirman: "dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud." (QS Asy-Syuara' [26]: 219).
• Jika anda protes dengan bertanya; "Bukankah Imam Nawawi berkata bahwa Ahli fatroh menjalani rutinitas sesuai adat arab yang percaya berhala masuk neraka???
Jawabannya : "Mengenai perkataan Imam Nawawi dalam mengomentari hadits Muslim: "Orang yang meninggal dalam masa fatroh dengan menjalani rutinitas sesuai adat Arab yaitu menyembah berhala, dia akan masuk Neraka yang dimaksud adalah karena mereka menyembah berhala sedangkan sebelumnya sudah ada dakwah ismail dan nabi ibrohim. Dan mengetahui bahwa itu (ajaran ibrohim) ajaran yang benar. Dan bisa saja ucapan imam Nawawi tersebut ditakwil (tafsir) dengan membawakan ucapan itu bagi orang-orang yang menyembah berhala yang sudah diriwayatkan dalam hadits-hadits bahwa mereka akan masuk Neraka.
Berhati hatilah dalam menyebutkan kekurangan kedua orang tua Rasulullah Saw. tentusaja itu akan menyakiti beliau. Karena menyakiti beliau, akibatnya akan fatal dengan adanya hadits yang diriwayatkan Ath-Thabari:
"Janganlah kalian semua menyakiti orang-orang hidup dengan memaki orang-orang yang sudah meninggal." .
orang tua nabi bukan orang sembarangan, ayahnya Abdulloh Bin Abdul Mutholib lelaki tampan yang jauh dari pergaulan jahiliyah,.beliau juga saat bayi tidak jadi disembelih dan diganti dengan fidyah 100 ekor unta. hal ini senada dengan syair pujian atas Ayahanda Nabi yang dilantunkan ibundanya menjelang wafat dan pengakuan ibundanya atas kenabiannya.
Sambil menangis Aminah berkata:
بارك الله فيك من غلام * يابن الذي من حومة الحمام
نجا بعون الملك المنعام * فودي غدات الضرب بالسهام
بمائة من ابل سوام * ان صح ما ابصرت في المنام
فأنت مبعوث الى الانام * من عند ذي الجلال والاكرام
تبعث في الحل وفي الحرام * تبعث بالتحقيق والاسلام
دين ابيك البر ابراهاما * فالله انهاك عن الاصنام
Sementara ibundanya sendiri merupakan wanita cantik, suci yang jauh dari pergaulan jahiliyah. bahkan disaat wafatnya segenap Jin menangis dan melantunkan syair:
تبكي الفتات البرة الامينة * ذات الجمال العفة الرزينة
زوجة عبد الله والفرينة * أم نبي الله ذي السكينة
وصاحب المنبر في الندينة * صارت لدى حفرتها رهينة
Kesimpulannya bahwa Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah bersepakat bahwa orang tua nabi termasuk Ahli surga atas dua kemungkinan yaitu keimanannya setelah di bangkitkan atau karena mereka berada pada masa Fatroh. Sementara yang bersikukuh mengatakan bahwa orang tua Nabi kafir adalah muktazilah dan pengikutnya.
kita harus mengindari agar tidak mengingkari kejadian ini. Sebab jika kita mengingkari maka kita bertentangan dengan Al-Qur'an dan Ijma', selain itu kejadian bangkitnya orang tua nabi ini sangat mungkin terjadi secara akal dan syara' atas dasar kemulyaan dan kehususan yang tidak tertolak oleh Al-Qur'an dan Ijma'. Adapun perkataan yang mengatakan bahwa tidak berguna iman setelah wafat dikecualikan bagi yang mendapat kehususan dan kemulyaan..
Tarim 04-02-2016
Referensi :
- Kitab Mujizul Kalam Syarah Aqidatul Awam karya Syidi Syeh Muhammad Ba'atiyah Cet. Maktabah Tarim Haditsah Tarim. Hal.37- 42
- Kitab Ghoyatul Muna Syarh Safinatun Najah karya Syidi Syeh Muhammad Ba'atiyah Cet. Maktabah Tarim Haditsah Tarim. Hal.47-53
- Kitab Abaway Rosul karya imam suyuthi Cet. Darul Jawamik. Hal.10-15

  as salam Mohon , bantuan wakaf dana anda